Dokumentasi Kegiatan Praktik Pernikahan Santri Dengan Adat Betawi.
Cirebon, 14 Februari 2025 - Santri Ponpes Abu Manshur 1 Kabupaten Cirebon untuk kesekian kalinya menggelar praktek pernikahan. Jika sebelumnya menggunakan adat Sunda dan adat Jawa, kali ini menggunakan adat Betawi.
ABM Media Center - Tim Multimedia Ponpes Abu Manshur 1
2/14/20261 min read


Acara ini dilaksanakan oleh santri-santri kelas XI setelah selesai mempelajari materi tentang pernikahan dalam mata pelajaran fikih. Acara begitu sangat meriah karena disaksikan oleh semua santri dan Dewan Guru, serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren.
Praktek pernikahan adat Betawi ini diawali dengan diaraknya pasangan pengantin, diiringi team hadroh yang membawakan syair-syair sholawat. Pengantin pria dan wanita mengenakan pakaian adat Betawi yang sangat indah dan khas.
Setelah itu, prosesi palang pintu dilakukan dengan adu pantun dan silat antara pendekar dari pengantin pria dan sekelompok orang yang menjaga pintu. Acara ini dilakukan dengan sangat dramatis dan penuh humor, membuat semua yang menyaksikan sangat menikmati dan tertawa.
Prosesi akad nikah kemudian dilakukan dengan mas kawin 50 kg emas ( emas buatan sendiri) yang membuat para tamu undangan terkesan. Prosesi praktik akad nikah dilakukan dengan sangat khidmat dan sesuai dengan syariat Islam.
Setelah akad nikah, prosesi sungkeman dilakukan, yaitu pengantin meminta doa restu kepada orang tua. Orang tua kemudian menyuapi pengantin dengan nasi kuning sebagai simbol kasih sayang dan doa restu.
Acara diakhiri dengan pertunjukan tarian Betawi yang dibawakan oleh para santri, dan dimeriahkan oleh team nasyid yang membawakan lagu-lagu Islami. Para tamu undangan juga diajak untuk bergabung dalam tarian dan menikmati suasana kebahagiaan.
Pengasuh Ponpes Abu Manshur 1 KH. Moh. Alimudin, Lc M.Pd sangat mengapresiasi acara tersebut. "Alhamdulillah, saya sangat senang melihat para santri mempraktikkan pernikahan adat Betawi dengan sangat baik," katanya. "Ini menunjukkan bahwa para santri mampu menunjukkan kemampuannya, dari mulai praktik MC, sambutan, pantun, tarian, hadroh, hafakan teks akad nikah, khutbah nikah, doa dan juga hal-hal penting lainnya dalam pernikahan, tidak hanya itu saja, para santri juga memahami tradisi dan budaya lokal."
















